Posts

Sains Data, Siapkan Profesional Big Data

Program Studi Teknik Informatika, Program Magister Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) bekerjasama dengan Program Studi (Prodi) Statistik Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UII membuka baru yaitu Konsentrasi Sains Data. Konsentrasi yang dimulai tahun ajaran baru 2018/2019 ini dimaksudkan untuk mencetak Data Scientist yang berkompeten dalam mengolah big data.

Demikian diungkapkan Izzati Muhimmah, S.T., M.Sc., Ph.D, Ketua Program Studi Teknik Informatika, Program Magister FTI UII, saat release di ruang PPs 1, Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII, Yogyakarta (30 Agustus 2018).

Baca Juga : Kurikulum Sains Data

Pembukaan Sains Data ini dimaksudkan untuk memenuhi permintaan akan Data Scientist yang semakin banyak. Sebelumnya Program Magister Teknik Informatika FTI UII ini telah memiliki tiga konsentrasi yaitu Informatika Medis, Forensika Digital, dan Sistem Informasi Enterprise.

“PT Media Kernels Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang Big Data, dilibatkan sebagai mitra kerja untuk penyusunan kurikulum konsentrasi ini, tujuannya untuk memastikan kompetensi lulusan Konsentrasi Sains Data ini benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri,” jelas Izzati Muhimmah

Sangat beralasan, karena di Indonesia, terjadi peningkatan tajam terhadap permintaan Data Scientist. “PT. Telkom, Indosat, Tokopedia, Traveloka, Grab, dan Go-Jek, untuk sekedar menyebut beberapa nama perusahaan, semua telah memanfaatkan sains data untuk mengembangkan bisnisnya. Namun sayang, pasokan profesional big data masih sangat kurang, baik melalui pendidikan formal maupun informal,” jelasnya mengutip release Ketua Program Pascasarjana FTI UII, Dr. R. Teduh Dirgahayu (4 Juni 2018)

Pendaftaran (Syarat & Proses Pendaftaran) sampai dengan Senin 3 September 2018, jam kerja, dapat langsung ke Admisi di Program Studi Teknik Informatika, Program Magister FTI UII, Gedung Mas Mansur, Kampus Terpadu UII Yogyakarta – atau hubungi 081.39246.9391

Jerri Irgo

Alhamdulillah, Bangga Jadi Mahasiswa FTI UII

“Perasaan saya sekarang, dapat masuk di Prodi Teknik Informatika senang bangettt. Selain itu juga dapat teman dari berbagai Jurusan di Fakultas Teknologi Industri UII, terus juga dapat sharing – sharing tentang pangalaman masing-masing” ujar Dita Rahayu Berliana, seusia mengikuti rangkaian PETA FTI UII di Halaman Utara GOR Ki Bagus Hardikoesoemo, Kampus Terpadu UII Yogyakarta (24 Agustus 2018)

Mahasiswi Program  Studi Teknik Informatika, Angkatan 2018 tersebut juga ungkapkan rasa senangnya saat mendapatkan “banyak juga pengalaman baru dan senang saat dapat sharing tentang bahasa daerah temen, kaya orang palembang kalau menyebut kakak itu dengan sebutan ayuk, gitu”  ungkap Dita yang berasal dari Kudus, Jawa Tengah ini.

“Bangga masuk studi FTI UII karena semua prodi terakreditasi A. Harapan saya semoga studi FTI UII kedepan dapat lebih maju dari sekarang” tutur Dita

Senada dengan itu, Ahmad Zaidan juga ungkapkan “Alhamdulillah saya seneng banget, masih berfikir kalau ini itu mimpi padahal engga, ini sudah kenyataan. Dan kerennya, saya belum masuk kuliah tapi saya sudah merasakan euforia nya sebagai maba FTI UII” ujar Mahasiswa Prodi Teknik Industri 2018 tersebut

Saya sudah merasakan rasa kekeluargaannya, walaupun saya belum mengenal semua maba miba FTI UII dan kating (kakak tingkat-red) saya. “Saya sangat bersyukur dapat masuk FTI UII Prodi Teknik Industri karena kalau tidak, mungkin sampai saat ini saya ga bisa ngerasain rasa kepedulian, rasa kekeluargaan dan rasa kebermanfaatan bersama kepada teman yang baru saya kenal saat Pesta UII atau bahkan PETA FTI UII ini. Alhamdulillah, cukup banyak sudah ya, walau masih banyak hal bahagia yang saya ga dapat tuliskan disini” ujar Zaidan melalui pesan singkatnya

Berdasarkan Data Penerimaan Mahasiswa Baru FTI UII TA 2018-2019, Program Studi Teknik Informatika menjadi primadona dengan menerima 251 atau 26,3% dari total 956 mahasiswa baru FTI UII. Prodi Teknik Industri menerima 247 atau 25,8% dan Prodi Teknik Kimia menerima 191 atau 20,0% . Selanjutnya Prodi Teknik Elektro menerima 131 atau 13,7% dan Prodi Teknik Mesin menerima 117 atau 12,2% serta Prodi Teknik Industri (IP) menerima 19 atau 2,0%

Secara terpisah Wakil Dekan Bidang Keagamaan, Kemahasiswaan, dan Alumni FTI UII, Dr R.M Sisdarmanto Adinandra S.T., M.Sc, jelaskan bahwa Dita dan Zaidan adalah bagian dari 956 jumlah keseluruhan Mahasiswa Baru FTI UII, angkatan tahun 2018 ini. “Alhamdulillah, PETA FTI sudah berakhir dengan lancar, Mahasiswa Baru dan Panitia semuanya happy, dan kegiatan ditutup bersama dengan sholat Maghrib berjamaah” pungkasnya

Jerri Irgo

Double Degree UII dan Nanjing Xiaozhuang University

ワイヤレス充電器 ケータイ AC充電器 シリコン ケータイ カバー iPhoneケース iPhoneシリコンケース ,mobicut
wireless charger , wireless phone charger, fast wireless charger,Fast Qi Wireless Charging ,qi wireless charger,wireless phone charger,Wireless Charger Stand ,fantasy wireless charger
iphone cases,iphone x cases,phone cases,iphone cover,best iphone cases,case iphone,phone cases for iphone ,iphone 7 phone cases,cell phone cases,cool phone cases,designer phone cases,cool iphone cases,phone covers,liquid silicone phone case,silicone phone case,silicone case for iphone,cell phone case,silicone Gel Rubber case,liquid silicone phone cover ,soft silicone phone case
Mobile phones have become more than just a device to contact your friends or relatives. As the new phones keep launching one by one, the need of protecting their fragile bodies seems to be equally essential. The usage of a phone is so frequent that it requires being secured from dents, scratches, and cracks. You can find colorful and unusual iPhone cases online. But it is sometimes difficult to choose the right cover that protects your phone without spoiling its looks.iPhone Case, iPhone Charger, Wireless charger ,MobiCut.com

Kuantum Sambut Mahasiswa Baru FTI UII.

Dr. Imam Djati Widodo, Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) sambut 746 mahasiswa baru tahun akademik 2017/2018 pada kegiatan Kuantum FTI 2017 di Hall Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII Yogyakarta (6 Dzul Hijjah 1438 H/29 Agustus 2017). Read more

UII – UNSW, Kolaborasi Penelitian Internasioal e-Voting,

Hendrik, S.T., M.Eng., Ketua Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII), melakukan kunjungan kerja sekaligus berdiskusi membahas Kolaborasi Penelitian Internasional dengan University of New South Wales (UNSW) di Canberra, Australia (25-27 Sya’ban 1438 H/22-24 Mei 2017).

 

“Kunjungan ini merupakan salah satu bentuk aktivitas dari program UNSW-Indonesia Seed Research Grant, suatu program inisiasi kerjasama dari UNSW dengan institusi di Indonesia melalui penelitian” ujar Hendrik melalui pesan singkatnya

 

UNSW kampus utamanya di Sydney, yang di Canberra ini merupakan kerjasama dengan Australian Defense Force Academi (ADFA, Akmil-nya Australia). “Kita membahas mengenai penelitian yang akan dilakukan bersama dalam program ini. InsyaAllah tema yang akan diambil tentang e-Voting dengan judul projeknya insyaAllah Re-Assessing Indonesia e-Voting Policies: Earning The Trust, Building The Confidence, dengan lokasi penelitiannya di Boyolali, Jawa Tengah” imbuhnya.

 

Selain membahas penelitian yang akan dikerjakan, kita juga dipertemukan dengan pihak kampus dan periset dari UNSW. “Jadi di sana kita presentasi profil UII secara umum dan Program Studi Teknik Informatika. Harapannya dari situ kedua belah pihak saling kenal profil masing-masing dan dapat dilanjutkan kolaborasi penelitian sesuai bidang yang diminati. Meskipun kita juga menawarkan bentuk-bentuk kerjasama lainnya, semisal pertukaran pelajar, staf, dan mahasiswa” ujar Hendrik.

 

Tampak hadir dalam diskusi tersebut Dr. R. Teduh Dirgahayu, Ketua Program Pascasarjana FTI UII serta Dr. Ahmed Imran dan Manik Hapsara,  S.T., M.Sc., Ph.D., E-Voting Researcher di UNSW Canberra at ADFA

 

Secara terpisah dalam releasenya, Manik Hapsara, Ph.D yang menginisiasi kerjasama Kolaborasi Penelitian Internasioal UII dan UNSW, mengatakan, diperlukan beragam persiapan dari hulu hingga hilir untuk menerapkan e-voting di Indonesia. Jika tidak, penggunaan e-voting akan terbentur infrastruktur. Indonesia dinilai belum siap untuk melakukan pemungutan suara secara elektronik (e-voting). Apalagi, pemilu presiden dan pemilu legislatif tahun 2019 akan digelar secara serentak.

 

“Kesiapan infrastruktur perlu mendapat perhatian. Bukan hanya teknologi jaringan internet tapi juga soal regulasi dan industri dalam negeri. Jangan sampai ketergantungan dengan pihak swasta yang mengadakan alat e-voting,” kata Manik

 

Menurut Manik, keberhasilan Estonia dalam menyelenggarakan e-Voting tidak dapat dijadikan rujukan Indonesia untuk melaksanakan hal yang serupa. Dia mengungkapkan ada perbedaan karakteristik di antara dua negara itu. Estonia merupakan negara kecil dengan jumlah penduduk sekitar 1,32 juta. Sedangkan Indonesia memiliki jumlah pemilih yang jauh lebih banyak. “Indonesia kan jelas posisinya pemilih ada 170 juta pemilih, 540.000 TPS (Tempat Pemilihan Suara), kekayaan alam besar banget,” ucap Manik.

 

Manik menilai, e-Voting berbeda dengan penerapan teknologi lain seperti dalam dunia perbankan atau e-banking. Tingginya keamanan dan sedikitnya orang yang mengetahui sistem e-Voting misalnya, dapat menghilangkan transparansi terhadap pemilih.
Menurut Manik, Indonesia tidak dapat menerapkan e-Voting dalam waktu dekat. Ia menduga penerapan teknologi itu baru dapat dinikmati sekitar 15 hingga 25 tahun ke depan. “Ada jaringan yang jauh lebih aman, transparansi, publik ikut serta dalam melakukan evaluasi, ikut membantu memperbaiki sistem,” ujar Manik.

 

Jerri Irgo

LOTOVI 2016 – Show Your Art

Lomba Foto dan Video (Lotovi) 2016 bagi Siswa SMA sederajat (SMK, MAN) se-Indonesia dengan tema “Impelentasi Edukasi dalam Seni – Show Your Art” digelar 25 Juli sd 25 Agustus 2016.

 

“Lotovi 2016 merupakan lomba fotografi dan videografi yang diselenggarakan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) Yogyakarta” ujar Andhika Giri Persada, S.Kom, M.Eng. Ketua Lotovi 2016, Senin (22 Syawwal 1437 H / 25 Juli 2016) di ruang kerjanya, Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII, Yogyakarta.

 

Andhika, menuturkan “Lotovi 2016 diselenggarakan sebagai refleksi seni secara umum dalam dunia pendidikan. Secara khusus dunia fotografi memberikan sudut pandang lain dalam memandang dunia pendidikan maupun aktivitas di dalamnya, memperebutkan total hadiah 14 juta rupiah”

 

“Team Juri terdiri dari Dwi Oblo, Kontributor Reuters (kantor berita yang bermarkas di London, Inggris) yang juga Kontributor foto untuk National Geographic Indonesia dan National Geographic Traveler selanjutnya Bona Utama D Actomy, Photographer, Traveller serta Beni Suranto, Apresiator, Traveller, ketiganya akan mengambil peran sebagai Juri Lotovi 2016” ujar Andhika yang juga sebagai Dosen Program Studi Teknik Informatika FTI UII.