Posts

Yudi, Buntut Skandal Data Cambridge Analytica

BUNTUT SKANDAL DATA CAMBRIDGE ANALYTICA

Pakar TI UII: Hati-hati Gunakan Aplikasi Lucu-lucuan di Facebook

Pakar informatika UII, Yudi Prayudi, MKom mengingatkan untuk selalu berhati-hati menggunakan aplikasi lucu-lucuan di facebook. Karena aplikasi lucu-lucuan seperti aplikasi yang memprediksi bagaimana wajah kita ketika tua, aplikasi yang memprediksi siapa artis yang mirip dengan kita, siapa sahabat terbaik kita dan sejenisnnya secara tidak langsung akan melakukan mekanisme akses terhadap foto, posting komentar, ‘like comment’ dan lainnya.

“Aplikasi sejenis ini, sifatnya walaupun hanya sekedar gurauan namun memiliki dampak yang sangat dalam terhadap akses privacy dan data kita,” tandas Yudi Prayudi yang juga menjabat Kepala Pusat Studi Forensika Digital (Pusfid) Universitas Islam Indonesia, Sabtu (31 Maret 2018).

Karena itu menurut Dosen Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri UII sebaiknya kita hindari aplikasi sejenis ini. Langkah preventif ini menurutnya perlu dilakukan terkait terungkapnya skandal data facebook dan Cambridge Analytica pada pertengahan Maret 2018 yang membuat Mark Zukerberg serta Facebook mendapat tekanan yang luar biasa dari sesama pebisnis digital dilingkungan Silicon Valley Amerika.

Tekanan disebut Yudi tidak hanya dari masyarakat luas, Mark juga mendapat tekanan dari mitra bisnis dari Facebook sendiri. Salah satu tekanan tersebut datang dari Brian Acton, salah satu pendiri Whatssap yang telah diakuisisi oleh Facebook. Acton menginisiasi sebuah tagar #deletefacebook.

Baca : Memahami Skandal Data Facebook dan Cambridge Analytica

“Memang di Indonesia, pengaruh ini tidak terlalu nyata. Hal ini berbeda dengan warga negara Amerika Serikat dimana data merekalah yang digunakan Cambridge Analytica untuk kepentingan pemenangan kampanye Donald Trump,” jelasnya.

Menurut Yudi Prayudi, bila akan bergabung dengan suatu web atau menjalankan sebuah aplikasi dengan memanfaatkan data facebook (biasanya ada pilihan apakah login/daftar manual atau login/daftar dengan akun facebook) maka pastikan bahwa web atau aplikasi tersebut benar-benar aplikasi yang terpercaya. Bila diragukan tambah Dosen MTI UII maka sebaiknya tidak menggunakan pilihan login dengan akun facebook. “Namun lakukan login dengan data manual. Minimalkan upaya untuk mengintegrasi facebook dengan aplikasi external lainnya,” tambahnya.

Baca Juga : Simak, Ini Langkah Keamanan Hadapi Skandal Data Facebook

Meski demikian Yudi mengingatkan langkah-langkah keamanan yang harus dilakukan pengguna facebook. Pertama, jelasnya, tinjau kembali semua ‘setting privacy’ yang telah kita buat untuk akun facebook kita. ‘Setting privacy’ ini menurutnya akan mengatur apa yang bisa dishare oleh kita kemudian siapa yang menerima sharing, kemudian bagaimana orang lain bisa berkomunikasi dengan kita.

“Data tempat dan tanggal lahir, lokasi tempat tinggal, nomor telepon, sebaiknya di setting sebagai ‘hidden’ dari akses public,” tandasnya. Selain itu juga perhatikan juga daftar aplikasi yang telah kita izinkan untuk dapat mengakses data facebook kita. Menurutnya, bila aplikasi tersebut sudah tidak lagi dipakai atau malah tidak kita kenal, segera hapus aplikasi tersebut dari daftar.

Diberitakan di KRJogja.Com

Jerri Irgo

Luthfi, Engineering Complex Systems

“Alhamdulillah, mendapatkan kesempatan terpilih menjadi peserta DEA League Doctoral School yang merupakan aliansi strategis lima Universitas Teknologi di Eropa, yaitu TU Delft, ETH Zurich, RWTH Aachen, Politecnico di Milano, dan Universiteit van Göteborg”.

Ungkap Ahmad Luthfi , S.Kom., M,Kom, Dosen Program Studi (Prodi) Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) melalui pesan singkatnya (20 Maret 2018)

Tahun ini, mengusung tema Engineering Complex Systems with Big Data and Information Technology, terdapat 30 Mahasiswa Program Doktoral dari 5 universitas tersebut, melalui tahapan seleksi bergabung untuk kuliah di 4 univesitas secara estafet

“Aktivitas yang dilakukan adalah kuliah singkat yang berlangsung secara estafet di masing-masing kampus sampai dengan bulan Agustus 2018 nanti akan terasa padat dan penat” tutur Peneliti dari Pusat Studi Forensika Digital (Pusfid) UII tersebut.

Luthfi menambahkan “salah satu tujuannya adalah untuk menjalin kerjasama riset dari lintas bidang riset dan menjalin networks juga tentunya. Riset saya di bidang Open Data, dapat melakukan joint research dengan Mahasiswa dari Universitas lain terkait bidang Data Analysis tersebut”

“Harapannya FTI UII dapat mengadopsi program ini suatu hari kelak, dapat dimulai dengan program master atau S2 nya terlebih dahulu” pungkas Ahmad Luthfi yang tercatat sebagai Mahasiswa Program Doktoral di Technische Universiteit Delft Belanda.

Jerri Irgo

Kejahatan ATM Skimming

Yudi Prayudi, M.Kom, Kepala Pusat Studi Forensika Digital FTI UII ungkapkan ATM Skimming adalah sebuah bentuk kejahatan modern yang terorganisasi, yaitu sebuah upaya untuk melakukan pencurian informasi kartu kredit atau debit dengan cara menyalin informasi pada strip magnetik kartu yang digunakan pada mesin ATM. Proses untuk menyalin informasi biasanya dilakukan dengan menngunakan bantuan sejumlah alat baik yang menempel langsung pada ATM ataupun yang dipasang berdekatan dengan ATMnya.

Hal tersebut disampaikan Yudi Prayudi, M.Kom,  yang juga sebagai Dosen Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana FTI UII dalam releasenya kepada media (17 Maret 2018).

Data yang direlease oleh The British Press, di wilayah Inggris saja setiap tahun tercatat hampir 100.000 nasabah yang melaporkan menjadi korban dari aktivitas Skimming. “Berdasarkan data yang direlease tersebut setiap tahun jumlah uang nasabah yang dicuri melalui kejahatan Skimming meningkat hampir 20% tiap tahunnya” tutur Yudi.

Selain ATM Skimming yang saat ini populer, sebenarnya terdapat jenis skimming lainnya yang juga harus diwaspadai karena berpotensi memakan korban nasabah perbankan. Pertama adalah apa yang disebut dengan Hand-Held POS Skimming, yaitu sebuah alat yang bisa mencopy langsung / duplikasi kartu debit/credit. Kedua adalah apa POS Swaps, yaitu proses copy data kartu debit/credit dari mesin pembayaran yang sering terpasang di toko – toko. Dan ketiga adalah Dummy ATM, umumnya mesin ATM yang digunakan hanya untuk transaksi online, alih-alih mau melakukan transaksi online lewat mesin ATM, malah data-data kartu debit/kredit yang akan diambil oleh mesin dummy ATM ini.

Baca selengkapnya : Kejahatan ATM Skimming 

Jerri Irgo

PUSFID, Saracen dan Blackmarket

Yudi Prayudi, M.Kom, Kepala Pusat Studi Forensika Digital – PUSFID Universitas Islam Indonesia, dalam releasenya (24 Agustus 2017) di ruang kerjanya FTI UII, Gedung KH Mas Mansur Kampus Terpadu UII Yogyakarta menyatakan “Maraknya konten-konten negative yang bernuansa SARA dan ujaran kebencian yang tersebar pada berbagai Read more