Fukky: Kami Harapan Juara Pertama

Di di ruang Melati, Hotel Cakra Kusuma Jl Kaliurang No 25 Km 5,2 Yogyakarta, hari Sabtu (6/7/2013), seorang mahasiswi penerima Beasiswa Unggulan (BU), Fukky Winassis menyampaikan kemampuannya dan kawan-kawan dalam hal menghapal Al-Quran. Fukky dan dua mahasiswi lainnya mewakili Universitas Islam Indonesia (UII) dalam lomba Hifdzil Quran di Padang pada akhir bulan Juni 2013. Ketiganya di tingkat UII terpilih sebagai pemenang, makanya dikirim untuk mewakili UII, namun sayang kepulangannya belum membawa piala.

 

Menurut Fukky, mereka ke Padang didampingi Chasna dan Qiqi, mengikuti lomba Hifdzil Quran untuk hafalan 1 juz, 2 juz dan 5 juz. Meskipun sekarang belum mendapat juara, tapi tetap miliki harapan juara 1. “Meskipun kami pulang tidak membawa piala besar sebagai juara pertama, kami tetap memiliki harapan menjadi juara pertama pak!”, ujarnya disambut tepuk tangan kawan-kawannya.  Lebih lanjut ujarnya “Maafkan kami ya pak, kami tidak membawa prestasi, kami hanya memperoleh piagam dan amplop”. “Pak, mbok Rektornya itu dikasih tahu, agar kami ini diberikan piala yang gedhe gitu lho pak, masa UII segede ini tidak memberikan piala?”.  “Waktu kami di padang uang sakunya habis karena tidak mendapat uang saku dari UII, semoga uang sakunya menyusul”, pinta Fukky.

 

Dengan santai, Dekan FTI UII, Gumbolo Hadi Susanto, M.Sc menanggapi keluhan ini. “Baru kali ini ada mahasiswa berani memerintah Rektor. Padahal dekan dan yang lainnya yang sudah bertahun-tahun tidak pernah ada yang berani memerintah Rektor”. “Hanya untuk beli piala lagi!”, kelakarnya. Masalah uang saku, kami pasti kami akan memikirkan kalau anak yang pergi itu pamit dan mengikuti prosedur. “Lha kamu pergi saja tidak pamit sama Dekan, bagaimana kami bisa memberikan uang saku?”. “Coba kalau sebelumnya sowan, mohon do’a restu pasti kami beri do’a restu juga”. “Tapi Anda bertiga ini sunguh luar biasa, saya salut karena Anda bisa mengalahkan fakultas-fakultas lain di tingkat UII”. “Yang lebih luar biasa lagi Anda pergi tanpa pamit”, sindir dekan.

 

Untuk ke depannya dekan meminta kepada siapapun yang mewakili UII keluar agar pamit kepada pimpinan fakultasnya. Tidak hanya untuk yang ke Padang kali ini. Termasuk yang mengikuti lomba robot baik di tingkat regional sampai tingkat nasional. “Barangkali kalau prosedur ini dilakukan, pasti kami akan memikirkan untuk mendapatkan kebijakan yang lainnya”, pesan dekan.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply