Prabowo, Ciptakan Aplikasi Virtual Analisis Citra Medis

Mahasiswa Pascasarjana Konsentrasi Informatika Medis Magister Teknik Informatika Universitas Islam Indonesia (UII) Mei Prabowo menciptakan aplikasi Sistem Pengiriman Data Citra Medis (SPDCM) yang dapat memudahkan dokter radiologi untuk melakukan tindakan jarak jauh kepada pasien.

Proses aplikasi tersebut melibatkan sistem rumah sakit mulai dari admin radiologi, perawat, dokter perujuk dan dokter radiologi melalui aplikasi basis web dan aplikasi android.

Mei Prabowo menjelaskan, aplikasi SPDCM itu ia ciptakan karena ada kesenjangan antara jumlah dokter radiologi dengan kebutuhan pelayanan radiologi di Indonesia. Berdasarkan data 2017, Indonesia masih kekurangan sekitar 1.053 orang dokter spesialis radiologi.

Sehingga keberadaan aplikasi yang bisa dijangkau dokter radiologi tanpa butuh ruang dan waktu menjadi sangat dibutuhkan. Butuh waktu setahun untuk membuat aplikasi itu dapat diterapkan melalui berbagai riset.

“Dengan aplikasi sementara masih kami beri nama SPDCM ini, pengiriman data citra medis terutama untuk kegawatdaruratan bisa ditangani secara cepat. Sehingga upaya penegakan diagnosis dapat dilakukan lebih cepat, tanpa menunggu lama,” terangnya, Jumat (13/4/2018).

Ia menambahkan, aplikasi SPDCM itu dalam dua modul yaitu web base aplication yang diinstal di personal computer (PC) petugas admin radiologi dan PC perawat. Serta modul mobile aplication pada ponsel android milik dokter radiologi dan dokter perujuk.

Praktiknya, setelah merekam pasien untuk mendapatkan data citra medis, menggunakan aplikasi itu, admin radiologi mengirim data melalui PC ke dokter perujuk dan dokter radiologi hanya dengan sekali kirim. Hasil pengiriman itu dapat diterima melalui ponsel kedua dokter tersebut, bahkan muncul notifikasi di ponsel layaknya menerima pesan atau panggilan.

Mei memastikan foto atau data citra medis yang dikirim berupa file DICOM sehingga gambar citra medis yang diterima dokter radiologi seperti wujud aslinya. “Kalau file JPEG data terkirimnya beda, maka kami pakai file DICOM sehingga gambar saat diterima dokter sama persis dengan data citra medis di komputer admin radiologi,” kata dia.

Sehingga melalui aplikasi itu, dokter radiologi bisa langsung melakukan tindakan melalui ponselnya untuk dikirim dan dapat diterima oleh dokter perujuk sebagai referensi untuk menentukan pemberian obat atau tindakan lain. Dokter perujuk kemudian mengirimkannya ke perawat untuk disampaikan kepada pasien.

Dengan demikian, tindakan dokter radiologi dapat mempercepat penanganan pasien hanya melalui ponsel tanpa harus datang ke rumah sakit. “Kalau secara manual bisa sekitar 24 jam baru bisa ditangani lebih cepat, apalagi kalau dokternya langsung memegang ponsel, bisa hanya lima menit,” kata dia.

Dosen Magister Teknik Informatika Pascasarjana UII Izzati Muhimmah menegaskan, aplikasi sisten ini bisa mendukung dokter radiologi sebagai penegak diagnosis sehingga penanganan pasien dilakukan lebih cepat. Aplikasi ini juga memudahkan manajemen rumah sakit dalam melakukan kontrol data. Apalagi di dalamnya tersedia kotak dialog antara keempat user tersebut sekaligus dapat dipantau waktu dokter membaca pesan tersebut.

Berdasarkan pengamatannya, di Indonesia penggunaan aplikasi tersebut belum ada. Penelitian itu telah diterapkan di RSU Islam Harapan Anda Kota Tegal melalui unit radiologi, bangsal rawat inap dan IGD. Sehingga dapat memfasilitasi proses analisis data citra medis dari dokter ke pihak terkait dalam hal ini antara dokter perujuk, dokter radiologi perawat rawat inap dan unit radiologi.

“Berdasarkan hasil pengujian tentang kegunaan aplikasi pengiriman ini menunjukka 82,60%, kemudahan 77,89%, kemampuan user dalam mempelajari aplikasi 79,60% serta kepuasan user 78,97%,” kata Izzati.

Diberitakan Harian Jogja

Mahasiswa FTI UII raih Program Kreativitas Mahasiswa

Alhamdulillah, Berdasar surat Direktur Kemahasiswaan, Didin Wahidin, Nomor : 1020/B3.1/KM/2018 tertanggal 3 April 2018, Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) meraih 17 atau 18% dari 92 proposal keseluruhan UII yang dinyatakan lolos seleksi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 5 Bidang untuk pendanaan tahun anggaran 2018 dari Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.

“Kami bangga, Mahasiswa UII mampu berkompetisi di Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 5 Bidang yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek-Dikti) ini dan berharap ke depan semakin banyak lagi Mahasiswa UII ikut serta menunjukkan kemampuan dan prestasi di bidang akademiknya,” ungkap Harwati, ST, MT, Sekretaris Program Studi Teknik Industri FTI UII melalui pesan singkatnya (04 April 2018)

Baca : Penugasan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 5 Bidang Tahun 2018

Lolosnya ke 17 proposal tersebut, didominasi dari Mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Industri sejumlah 11 proposal, selanjutnya Mahasiswa dari Prodi Teknik Kimia sejumlah 3 proposal dan 2 proposal dari Mahasiswa Prodi Teknik Elektro serta Mahasiswa dari Prodi Teknik Mesin sejumlah 1 proposal

Program tersebut kerja antara Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan dengan Rektor/Ketua/Direktur Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Koordinator Kopertis Wilayah.

UII dalam kelompok tiga besar UII meraih jumlah terbesar yaitu 92 atau 48% dari 191 jumlah total Proposal se Kopertis Wilayah V Daerah Istimewa Yogyakarta. Urutan kedua, disusul Universitas Muhammadiyah Yogyakarta 25 proposal dan Universitas Sanata Dharma 14 proposal.

Jerri Irgo

Yudi, Buntut Skandal Data Cambridge Analytica

BUNTUT SKANDAL DATA CAMBRIDGE ANALYTICA

Pakar TI UII: Hati-hati Gunakan Aplikasi Lucu-lucuan di Facebook

Pakar informatika UII, Yudi Prayudi, MKom mengingatkan untuk selalu berhati-hati menggunakan aplikasi lucu-lucuan di facebook. Karena aplikasi lucu-lucuan seperti aplikasi yang memprediksi bagaimana wajah kita ketika tua, aplikasi yang memprediksi siapa artis yang mirip dengan kita, siapa sahabat terbaik kita dan sejenisnnya secara tidak langsung akan melakukan mekanisme akses terhadap foto, posting komentar, ‘like comment’ dan lainnya.

“Aplikasi sejenis ini, sifatnya walaupun hanya sekedar gurauan namun memiliki dampak yang sangat dalam terhadap akses privacy dan data kita,” tandas Yudi Prayudi yang juga menjabat Kepala Pusat Studi Forensika Digital (Pusfid) Universitas Islam Indonesia, Sabtu (31 Maret 2018).

Karena itu menurut Dosen Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri UII sebaiknya kita hindari aplikasi sejenis ini. Langkah preventif ini menurutnya perlu dilakukan terkait terungkapnya skandal data facebook dan Cambridge Analytica pada pertengahan Maret 2018 yang membuat Mark Zukerberg serta Facebook mendapat tekanan yang luar biasa dari sesama pebisnis digital dilingkungan Silicon Valley Amerika.

Tekanan disebut Yudi tidak hanya dari masyarakat luas, Mark juga mendapat tekanan dari mitra bisnis dari Facebook sendiri. Salah satu tekanan tersebut datang dari Brian Acton, salah satu pendiri Whatssap yang telah diakuisisi oleh Facebook. Acton menginisiasi sebuah tagar #deletefacebook.

Baca : Memahami Skandal Data Facebook dan Cambridge Analytica

“Memang di Indonesia, pengaruh ini tidak terlalu nyata. Hal ini berbeda dengan warga negara Amerika Serikat dimana data merekalah yang digunakan Cambridge Analytica untuk kepentingan pemenangan kampanye Donald Trump,” jelasnya.

Menurut Yudi Prayudi, bila akan bergabung dengan suatu web atau menjalankan sebuah aplikasi dengan memanfaatkan data facebook (biasanya ada pilihan apakah login/daftar manual atau login/daftar dengan akun facebook) maka pastikan bahwa web atau aplikasi tersebut benar-benar aplikasi yang terpercaya. Bila diragukan tambah Dosen MTI UII maka sebaiknya tidak menggunakan pilihan login dengan akun facebook. “Namun lakukan login dengan data manual. Minimalkan upaya untuk mengintegrasi facebook dengan aplikasi external lainnya,” tambahnya.

Baca Juga : Simak, Ini Langkah Keamanan Hadapi Skandal Data Facebook

Meski demikian Yudi mengingatkan langkah-langkah keamanan yang harus dilakukan pengguna facebook. Pertama, jelasnya, tinjau kembali semua ‘setting privacy’ yang telah kita buat untuk akun facebook kita. ‘Setting privacy’ ini menurutnya akan mengatur apa yang bisa dishare oleh kita kemudian siapa yang menerima sharing, kemudian bagaimana orang lain bisa berkomunikasi dengan kita.

“Data tempat dan tanggal lahir, lokasi tempat tinggal, nomor telepon, sebaiknya di setting sebagai ‘hidden’ dari akses public,” tandasnya. Selain itu juga perhatikan juga daftar aplikasi yang telah kita izinkan untuk dapat mengakses data facebook kita. Menurutnya, bila aplikasi tersebut sudah tidak lagi dipakai atau malah tidak kita kenal, segera hapus aplikasi tersebut dari daftar.

Diberitakan di KRJogja.Com

Jerri Irgo

Double Degree UII dan Nanjing Xiaozhuang University

ワイヤレス充電器 ケータイ AC充電器 シリコン ケータイ カバー iPhoneケース iPhoneシリコンケース ,mobicut
wireless charger , wireless phone charger, fast wireless charger,Fast Qi Wireless Charging ,qi wireless charger,wireless phone charger,Wireless Charger Stand ,fantasy wireless charger
iphone cases,iphone x cases,phone cases,iphone cover,best iphone cases,case iphone,phone cases for iphone ,iphone 7 phone cases,cell phone cases,cool phone cases,designer phone cases,cool iphone cases,phone covers,liquid silicone phone case,silicone phone case,silicone case for iphone,cell phone case,silicone Gel Rubber case,liquid silicone phone cover ,soft silicone phone case
Mobile phones have become more than just a device to contact your friends or relatives. As the new phones keep launching one by one, the need of protecting their fragile bodies seems to be equally essential. The usage of a phone is so frequent that it requires being secured from dents, scratches, and cracks. You can find colorful and unusual iPhone cases online. But it is sometimes difficult to choose the right cover that protects your phone without spoiling its looks.iPhone Case, iPhone Charger, Wireless charger ,MobiCut.com

Fathul, Just Another Humble Person

“Alhamdulillah, I stand with Fathul Wahid. Semoga kesehatan, keselamatan dan rahmat Allah SWT senantiasa tercurah bagi beliau dan keluarga. Aamiin Ya Rabbal’alamin” rasa syukur Pangesti Rahman, SE. Kepala Divisi Administrasi Umum FTI UII, yang diungkapkannya melalui pesan singkatnya (8 Rajab 1439 H / 26 Maret 2018) sesaat Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D ditetapkan sebagai Rektor UII periode 2018-2022 oleh Yayasan badan Wakaf UII.

Pangesti Rahman pun langsung menuliskan profil seorang Fathul Wahid, Rektor termuda dalam sejarah UII sebagaimana pengalamannya selama menjadi Tendik FTI UII.

Baca : Fathul Wahid, Terpilih Rektor Uii 2018-2022

Pertama kali mengetahui pak Fathul tahun 2003, saat itu beliau sedang akan mengajar dan asyik berkutat  di depan mesin fotokopi di ruang perbekalan gedung KH. Wahid Hasyim, Kampus Terpadu UII, dengan sabar dan telaten beliau menyiapkan sendiri materi untuk bahan mengajarnya.

Anehnya, disaat sedang buru-buru tersebut, beliau malah  mengijinkan staf akar rumput seperti saya untuk sekedar menyela menggunakan mesin tersebut padahal jelas beliau sedang diburu waktu. Saat itu, saya mbatin,  tidak banyak dosen seperti beliau yang mau mengerjakan sendiri pekerjaan yang memang menjadi tugasnya.

Ternyata, 3 tahun setelah itu tepatnya  akhir 2006, alhamdulillah diberi kepercayaan untuk menjadi staf dekanat dimana saat itu beliau menjabat sebagai Dekan FTI, banyak pelajaran berharga yang didapat, keramahannya dengan segenap sivitas layak ditiru, bagaimana cara beliau menjamu tamu, menerima tamu hingga melayani tamu, benar-benar menjadi contoh bagi semua.

Baca Juga : Calon Pemimpin Kampus

Menurut Pangesti Rahman, walau sebagai Dekan, “Pak Fathul tidak mau dilayani seperti pimpinan pada umumnya, beliau terbiasa mengerjakan segala sesuatunya sendiri, well organized dan disiplin tinggi. saat jam kerja mulai jam 8.00 WIB, beliau sudah di kantor jam 7.30 dan pulang hingga lebih dari jam 16.00 WIB, kalaupun pulang awal hanya karena beliau harus menjemput ananda karena saat itu ditinggal bu Nurul sedang studi S3. Semangat dan humble-nya istimewaaaa.. dari tukang parkir, tukang sapu hingga pejabat disalami oleh beliau saat bertemu”.

“Kadang malu sendiri, cuman pegawai macam saya kok sombongnya melebihi Dekan.. Prinsip yang beliau tanamkan adalah Servant Leadership, bahwa pemimpin itu merupakan kepala pelayan, bukan malah minta dilayani” tuturnya

Pemimpin harus bisa memberi contoh pada bawahannya, mampu menyerap aspirasi semua pihak untuk pemecahan masalah dibandingkan menggunakan ego pribadi. Banyak peraturan-peraturan yang ditanamkan beliau saat menjabat Dekan demi untuk meingkatkan disiplin Tendik, tapi disisi lain beliau juga memberikan reward dan penghargaan bagi Tendik yang memiliki kedisiplinan tinggi.

Personaliti beliau sama seperti slogan beliau di web blognya Just Another Humble Person, pak Fathul memang istimewa, didukung oleh istri yang luar biasa, kecintaan terhadap UII melebihi siapapun, hafal betul sejarah UII dan mampu mengambil nilai-nilai yang ditanamkan oleh  para pendiri UII,  yang saya yakini nilai-nilai dari para pendiri UII tersebut menjadi tauladan bagi beliau untuk mendedikasikan dirinya bagi kemajuan dan kebaikan universitas kebanggaan. beliau memang layak memimpin UII.

InsyaAllah pak Fathul amanah dan dapat membawa kebaikan bagi universitas yang kita cintai untuk benar-benar menjadikan UII menjadi rahmat bagi sekalian alam” pungkas Pangesti Rahman

Jerri Irgo

Fathul Wahid, Terpilih Rektor UII 2018-2022

Alhamdulillah,  Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia (UII) akhirnya memilih dan menetapkan Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D sebagai Rektor UII periode 2018-2022 berdasarkan Ketetapan Panitia Pemilihan Rektor No 08/SK-PP/III/2018 tentang Penetapan Rektor Terpilih UII periode  2018-2022.

Izzati Muhimmah, ST., M.Sc, Ph.D, Anggota Panitia Pemilihan Rektor dan Wakil Rektor UII, representatif dari FTI UII, ungkapkan hal tesebut melalui pesan singkatnya (8 Rajab 1439 H / 26 Maret 2018)

Baca : Fathul, UII Siap Hadapi Digitalisasi Universitas 

Dosen Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) yang lahir di Jepara, 26 Januari 1974, tercatat menjadi Rektor termuda dalam sejarah UII,

Pernah menulis di blognya Fathul Wahid – Just another humble person (19 December 2009) tentang Calon Pemimpin Kampus. “Suatu ketika saya sedang ngobrol dengan beberapa kawan dan saya ditanya seorang kawan, “Siapa yang pantas jadi rektor?”. Waduh. Jawaban saya kadang asal, kadang agak serius” tulis Pakar Teknologi Informasi tersebut

Baca Juga : Calon Pemimpin Kampus

Pemimpin kampus harus tahu mau kemana akan membawa kampus ke depan, ngerti arep ngopo, visioner. Dia harus orang yang intellectually capable. Kata seorang kawan, harus pinter. Tanpa ini kok rasanya sulit untuk memenangkan persaingan ke depan.

Selain itu, pemimpin kampus harus orang yang suka bekerja keras, gelem kerjo. Seorang kawan menyebutnya harus kober. Diperlukan pimpinan yang dapat memberi contoh tentang arti kerja keras. Pimpinan tidak selayaknya hanya tunjuk sana sini, tanpa bisa memberikan contoh. Kalau perlu datang sebelum yang lain datang, dan pulang paling akhir. Rekam jejak selama ini bisa dijadikan acuan.

Baca Juga : Fathul, Raih Suara Calon Rektor Tertinggi

Pemimpin kampus juga harus socially acceptable, diterimo konco-konco. Kawan saya menyebutnya pener. Dalam konteks yang loosely coupled seperti universitas, pemimpin harus menjadi perekat dan bisa masuk ke semua kalangan. Kehadiran dia menyejukkan. Kehadirannya menjadikan suasana menjadi lebih semarak dan berwarna. Karenanya, pemimpin seperti ini biasanya lebih terbuka terhadap kritik dan saran.

Yang terakhir, pemimpin kampus harus punyak jaringan yang baik, duwe bolo. Betul, jaringan bisa dibuat sewaktu menjadi pemimpin, tetapi untuk percepatan yang baik, harus tidak dimulai dari nol. Tune-in diperlukan beberapa saat, tetapi setelah itu, harus menjadi pemain yang diperhitungkan.

Mau ditambah? Ini jawaban “asal” saya ketika ditanya senior saya yang ahli agama. Kalau rektor sholat subuhnya ke masjid pasti tambah sip! Orang yang selalu sholat subuh ke masjid pastilah orang yang rajin, suka bekerja keras, menghindari kesenangan pribadi, dan jiwa sosialnya tinggi.

Selamat ya pak Fathul Wahid.
Semoga Allah meridhoi UII, Aamiinn

Jerri Irgo

Yassierli, Ergonomi dalam Industri 4.0

Ir. Yassierli, MT., PhD., CPE, Ketua Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI) dalam Kuliah Umum yang diselenggarakan Progam Studi Teknik Industri FTI UII menjelaskan “Ergonomi dalam Industri 4.0” yang disampaikannya di Auditorium FTI UII Lantai 3, Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII Yogyakarta (26 Maret 2018)

Mengapa Perlu Ergonomi? Dalam Konsep Dasar Ergonomi, Yassierli menyampaikan terdapat “perancangan berbasis manusia sebagai pengguna (Human centered Design) selanjutnya rancangan alat/produk/prosedur kerja yang disesuikan dengan kondisi manusia, sehingga bukan, manusia yang dipaksa menyesuaikan dengan kondisi saat ini alat/produk/prosedur kerja” jelasnya

“Ergonomi adalah Ilmu yang membahas tentang kemampuan dan keterbatasan manusia, yang digunakan untuk evaluasi dan perancangan alat kerja/prosedur/lingkungan/organisasi yang EASNE (Efektif, Aman, Sehat, Nyaman dan Efisien)” tegas Dosen Teknik Industri ITB dan juga sebagai Former President of Southeast Asian Network of Ergonomics Society (SEANES) tersebut.

Terdapat 7 alasan, mengapa perlu Ergonomi? yaitu tingginya keluhan dan gangguan otot rangka sebagai penyakit akibat kerja: sakit bahu, pinggang, pergelangan tangan selain itu kecelakaan kerja masih tinggi akibat kelelahan dan rancangan display & tombol mesin serta prosedur kerja yang tidak ergonomis. Selain itu sering terjadi human error, izin sakit pekerja masih tinggi, cacat produksi masih tinggi dan tingkat kenyamanan kerja masih rendah serta tingkat produktivitas masih rendah.

Dengan Konsep Dasar Ergonomi, maka Keselamatan Kerja dapat terwujud dengan mencegah kelelahan yang berlebihan, mencegah human error (kesalahan kerja) dan kecelakaan kerja selain itu indikator Kesehatan Kerja juga dapat tercapai yaitu mencegah sakit akibat kerja (gangguan otot-rangka) dan Produktivitas dapat optimal dengan membuat kerja lebih mudah & efisien dan meningkatkan moral kerja.

Jerri Irgo

Analisis Jaringan Pasukan Siber di Indonesia

“Penggunaan Big Data dari Media Sosial untuk memanipulasi Psikologi dan Opini Publik di Indonesia hanya soal waktu, bahkan mungkin sedang terjadi tanpa kita sadari”  jelas Ismail Fahmi, Ph.D, Founder Media Kernels Indonesia di Serial Diskusi Publik ISPPI – Independensi Kepolisian Dalam Riak Pesta Demokrasi, Jakarta (21 Maret 2018)

Ismail Fahmi, yang juga Dosen Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) memaparkan “Analisis Jaringan Pasukan Siber di Indonesia – Kolam Hoax dan Hate Speech, dengan studi kasus: Pilpres 2014, Pilkada, Penangkapan MCA, dan Analisis Facebook Page MCA vs Seword”

“Perspektif Perang Informasi Global: Cambridge Analytica bagaimana Big Data, Psikologi, dan informasi digunakan untuk memanipulasi Publik, Budaya, dan Demokrasi” dijelaskan juga oleh Ismail Fahmi, dalam paparannya tersebut.

Selain itu, Ismail Fahmi, menyajikan data dari drone empritnya tentang “Evolusi Pasukan Siber dari tahun 2014-2018. Untuk Kepentingan Politik? Analisis berbasis Data dari media sosial Twitter mulai tahun 2014 – 2018.  Keyword: terkait Jokowi sebagai capres dan presiden terpilih”

Selengkapnya : Ismail Fahmi, Ph.D – Analisis Jaringan Pasukan Siber di Indonesia

Jerri Irgo

Fathul, Raih Suara Calon Rektor Tertinggi

Alhamdulillah, Senat Universitas telah tetapkan 3 Calon Rektor terpilih sesuai dengan ranking, Fathul Wahid, ST., M.Sc., Ph.D., meraih 77 atau 57% suara, selanjutnya Dr. Suparman Marzuki, SH., M.Si., meraih 37 atau 28% suara dan Dr.-Ing.Ir.Widodo, M.Sc., meraih 10 atau 7% suara. Sedangkan pada posisi ke 4,  Dr. Drs. Rohidin, S.H., M.Ag., dengan 5 atau 4% suara dan terakhir Dr. Dwipraptono Agus Harjito, M.Si meraih 3 atau 2% suara.

Proses pemilihan Calon Rektor UII oleh anggota senat Universitas berjalan dengan lancar, dapat disaksikan secara live streaming ini selanjutnya 3 Calon Rektor yang meraih suara terbanyak tersebut akan diusulkan ke Yayasan Badan Wakaf.

Izzati Muhimmah, ST., M.Sc, Ph.D, Anggota Panitia Pemilihan Rektor dan Wakil Rektor UII, representatif dari FTI UII, ungkapkan hal tesebut melalui pesan singkatnya (21 Maret 2018).

Baca : Fathul, UII Siap Hadapi Digitalisasi Universitas

“Anggota Senat Universitas telah memberikan suara melalui one man one vote dan telah menentukan tiga calon rektor yang berhak bersaing dalam pemilihan rektor Universitas Islam Indonesia untuk periode 2018-2022” tuturnya

Rapat Senat Universitas dipimpin Nandang Sutrisno, SH., M.Hum., LLM., Ph.D, Ketua Senat didampingi Dr Raden Bagus Fajriya Hakim SSi, Msi, Sekretaris Senat, dihadiri 134 atau 86% dari jumlah keseluruhan 156 Anggota Senat .

Kegiatan dilaksanakan di Gedung Kuliah Umum Prof. Dr. Sardjito Kampus Terpadu UII.

Baca Juga : Fathul, Kandidat Terbaik Untuk kemajuan UII

Tahapan selanjutnya adalah Penetapan & Pengumuman Rektor Terpilih oleh Badan Wakaf UII, Senin 26 Maret 2018.

Semoga Allah meridhoi UII Aamiiin

Jerri Irgo

Luthfi, Engineering Complex Systems

“Alhamdulillah, mendapatkan kesempatan terpilih menjadi peserta DEA League Doctoral School yang merupakan aliansi strategis lima Universitas Teknologi di Eropa, yaitu TU Delft, ETH Zurich, RWTH Aachen, Politecnico di Milano, dan Universiteit van Göteborg”.

Ungkap Ahmad Luthfi , S.Kom., M,Kom, Dosen Program Studi (Prodi) Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) melalui pesan singkatnya (20 Maret 2018)

Tahun ini, mengusung tema Engineering Complex Systems with Big Data and Information Technology, terdapat 30 Mahasiswa Program Doktoral dari 5 universitas tersebut, melalui tahapan seleksi bergabung untuk kuliah di 4 univesitas secara estafet

“Aktivitas yang dilakukan adalah kuliah singkat yang berlangsung secara estafet di masing-masing kampus sampai dengan bulan Agustus 2018 nanti akan terasa padat dan penat” tutur Peneliti dari Pusat Studi Forensika Digital (Pusfid) UII tersebut.

Luthfi menambahkan “salah satu tujuannya adalah untuk menjalin kerjasama riset dari lintas bidang riset dan menjalin networks juga tentunya. Riset saya di bidang Open Data, dapat melakukan joint research dengan Mahasiswa dari Universitas lain terkait bidang Data Analysis tersebut”

“Harapannya FTI UII dapat mengadopsi program ini suatu hari kelak, dapat dimulai dengan program master atau S2 nya terlebih dahulu” pungkas Ahmad Luthfi yang tercatat sebagai Mahasiswa Program Doktoral di Technische Universiteit Delft Belanda.

Jerri Irgo