|
Sejak Jumat, 11 Desember 2009, Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia (UII), sontak ramai dikunjungi pendatang, baik para warga sekitar, para petugas arkeolog, dan para wartawan. Mereka hadir untuk melihat langsung dan memastikan berita bahwa telah ditemukan struktur candi Hindu Budha di Kampus UII.
Berita tersebut benar adanya, bahwa telah ditemukan potongan bebatuan yang memanjang berukuran 270 x 50 centimeter yang ditengarai merupakan antevix atau pembatas sebuah bangunan candi kuno. Posisi kemiringannya menghadap ke timur. Bebatuan itu ditemukan di tiga lubang yang digali untuk tiang pondasi cakar ayam dari 24 lubang yang telah dibuat.
"Kami yakini, ini adalah struktur candi peninggalan Hindu Budha. Dari posisi miringnya, ini sesuai dengan salah satu ciri khas candi Hindu Budha yang menghadap ke timur atau barat. Selain itu, di dekat kampus juga ada dusun yang disebut Dusun Candi yang berdasarkan namanya merupakan toponem pernah ditemukannya batu-batu candi di dusun tersebut," terang Ketua Kelompok Kerja Perlindungan Badan Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) DIY, Indung Panca Putra, usai melihat langsung di lokasi, Sabtu (12/12/2009). Untuk lebih memastikan hal ini, BP3 DIY akan mengirimkan segera tim arkeolog untuk melakukan ekskavasi dan penelitian atas penemuan tersebut. "Kami meminta pihak UII untuk menghentikan sementara pembangunan maksimal satu bulan untuk proses ekskavasi dan penelitian," pinta Indung.
Menanggapi hal ini, Rektor UII, Prof. Edy Suandi Hamid mengatakan UII sebagai lembaga pendidikan tinggi sangat menghargai heritage, dan berharap agar tidak terjadi kerusakan pada bangunan peninggalan sejarah. "Untuk itu, proses pembangunan akan sementara kami hentikan. UII mempersilahkan tim arkeolog untuk melakukan penelitian lebih lanjut. Sebagai upaya antisipasi keamanan benda penemuan, kami akan tingkatkan keamanan di sekitar kampus. Pengamanan ini kita maksudkan untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan. Masyarakat tetap diberi kesempatan untuk melihat ke lokasi”, demikian Rektor memberikan keterangan. Rektor juga berharap, proses ekskavasi tim arkeolog tidak berlarut-larut dan dapat segera diselesaikan. Hal itu dikarenakan UII harus segera menyelesaikan pembangunan gedung perpustakaan yang direncanakan selesai tahun depan. (Mishbahul Munir) Berita yang sama di berbagai media:
|