Editor di Media Sosial adalah Diri Sendiri.

workshop-humas-uii-octo-lampito-2(Kaliurang) Ada jutaan peristiwa, kini setiap hari terjadi jutaan peristiwa, apakah semua peristiwa itu layak dijadikan berita?. Tentu tidak mungkin, sebab halaman suratkabar yang terbatas dan tak sanggup memuatnya, demikian juga media lainnya. Lontaran penyataan dari narasumber mengawali kegiatan Workshop Penulisan Jurnalistik “Be A Smart & Creative Journalist” yang diselenggarakan Direktorat Humas UII, Sabtu 26 November 2016, Read more

Pesantrenisasi Bagi Mahasiswa FTI UII

Berikut ini disampaikan informasi pelaksanaan pesantrenisasi bagi mahasisawa Fakultas Teknologi Industri UII. Bahwa mahasiswa angkatan 2016 diwajibkan mengikuti agenda yang sudah ditetapkan universitas melalui DPPI UII. Adapun pelaksanaan pesantrenisasi bagi mahasiswa FTI UII dimulai tanggal 14 Desember 2016, dengan rincian jadwal sebagai berikut:

jadwal-pesantren-fti-uii

Jadwal di atas juga dapat diunduh. Read more

Mobil Listrik Mahasiswa UII Mampu Terkoneksi Internet

dekan-fti-uii-dan-team-mobil-listrik-kaliurang-unisi-generasi-2-1-2

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN — Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri UII berhasil mengembangan mobil listrik dengan kemampuan Internet of Things (IoT). Mobil ini dapat terkoneksi dengan internet, dan terhubung dengan semua peralatan berbasis jaringan. Read more

UII Kembangkan Desain Manufaktur Jewellery

paryana-fti-uiiFAKULTAS Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (UII) tengah mengembangkan teknologi desain manufaktur jewellery dan perhiasan. Hal itu dimaksudkan untuk mendorong pertumbuhan industri kreatif yang selama ini sering menghadapi kendala kesulitan memenuhi produksi cepat.

Kepala Pusat Studi Desain Jewellery Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII, Dr. Paryana Puspaputra menjelaskan, langkah ini tidak akan mematikan pengrajin tetapi justru akan meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi mereka.

“Dengan pengembangan tersebut diharapkan transfer teknologi tidak sekadar pada tataran teori namun juga praktik dengan kasus yang nyata,” kata Paryana. Dia menjelaskan, pengembangan kompetensi memerlukan kajian mendalam untuk membuat sebuah sistem pendidikan berwawasan terpadu. Tidak sekadar alih teknologi dari dosen kepada mahasiswa, namun juga perlu memperhatikan sumber daya, kebutuhan dan potensi daerah di mana pendidikan dilaksanakan.

“Bagaimanapun pengembangan keilmuan yang dilakukan di negara maju merupakan bentuk pemenuhan kebutuhan dari negara tersebut sehingga alih teknologi yang dilakukan terhadap peserta didik sudah semestinya berbasis pada sumber daya, kebutuhan, dan kemanfaatan wilayah sekitar,” katanya.

Ia mengatakan pengembangan penelitian berbasis kejeniusan lokal bukan pengembangan penelitan yang berteknologi sederhana. Tuntutan komersial seperti perhiasan dan benda seni menuntut penguasaan teknologi yang cukup rumit yang tidak bisa diserahkan kepada perajin atau pembelian teknologi semata-mata, melainkan memerlukan dukungan sumber daya yang memadai.

Menurut dia, prospek industri perhiasan dengan kontribusi US$5,5 miliar memiliki prospek pengembangan luas dan berpotensi menyelesaikan masalah pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata di daerah. “Dengan konsep seni, emosi, dan teknologi diharapkan produk yang dihasilkan dapat bertahan terhadap masuknya produk asing melalui impor karena setiap daerah akan memiliki produk dengan kekuatan kedaerahan,” katanya.

Dosen Program Studi Teknik Mesin FTI UII Arif Budi Wicaksono mengatakan pemerintah sangat serius dalam mendorong tumbuhnya industri ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar pendapatan nasional.  “Saat ini, kontribusi industri ekonomi kreatif terhadap produk domestik bruto mencapai 7,5% dan mampu menyerap hingga 8% tenaga kerja Indonesia atau sekitar 8,6 juta pekerja,” katanya.

Diberitakan : Media Indonesia

Artikel Terkait : FTI UII kembangkan Teknologi Desain-Manufaktur Perhiasan

Jerri Irgo