Dorong Mahasiswa Mencintai Al Qur’an, UII Adakan Kompetisi MTQ

Upaya mendorong para mahasiswa untuk mencintai Al Qur’an dan mempraktekkan kandungan isinya dalam kehidupan sehari-hari terus diupayakan oleh Universitas Islam Indonesia (UII). Salah satunya kali ini UII akan menyelenggarakan Kompetisi Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) pada tanggal 7-8 Desember 2013. Agenda yang merupakan kerjasama Fakultas Teknologi Industri (FTI) dan Direktorat Pendidikan dan Pengembangan Agama Islam UII ini rencananya akan diikuti oleh utusan dari masing-masing fakultas di lingkungan UII.

 

Demikian disampaikan oleh dekan FTI UII, Ir. Gumbolo Hadisusanto, M.Sc, saat jumpa pers di Ruang Sidang FTI UII, Senin, 25/11. Gumbolo menambahkan, mahasiswa sebagai agent of change tidak hanya dituntut cerdas secara intelektual namun juga menjadi figur teladan dalam berperilaku di tengah masyarakat. Oleh karenanya sangat diperlukan penanaman nilai yang  baik dan benar sebagaimana terkandung di dalam Al Qur’an.

 

“Mahasiswa perlu mendapat pembinaan mental dan spiritual guna meningkatkan ketaqwaan, sehingga diharapkan nantinya bisa mempraktekkan nilai keindahan dan ajaran Al Qur’an. Jadi tak hanya pandai secara intelektual saja” Ungkapnya.

 

Adapun cabang perlombaan yang nantinya akan dihadirkan, di antaranya Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ), Musabaqoh Hifdzil Qur’an (MHQ), Musabaqoh Tartil Qur’an (MTaQ), Musabaqoh Khattil Qur’an (MKQ), dan Musabaqoh Adzan. Khusus untuk lomba adzan, Gumbolo menyampaikan bahwa nantinya para pemenang akan diproyeksikan untuk melaksanakan tugas syiar ke-Islaman dalam bentuk pengabdian ke masyarakat melalui penugasan mengumandangkan adzan setiap hari jum’at di masjid-masjid sekitar kampus UII.

 

“Mereka akan diberi tugas mulia untuk syiar Islam dan pengabdian masyarakat UII dengan mengkumandangkan adzan di masjid sekitar pada hari Jum’at.” Jelasnya.

 

Dengan demikian, Gumbolo berharap kegiatan ini memancing antusiasme para mahasiswa untuk terlibat dalam berbagai perlombaan. Terlebih, setiap kontestan juga tidak dibatasi untuk ikut lebih dari satu cabang perlombaan. Sementara, pendaftaran lomba telah dibuka sejak 1 November dan akan ditutup pada 5 Desember 2013 bertempat di ruang sekretariat Dekanat FTI UII.

 

Tiga Kali Raih Akreditasi A, Teknik Industri UII Kejar Akreditasi Internasional

 

Pada kesempatan yang sama, Gumbolo juga menyampaikan hasil akreditasi yang telah diraih Program Studi (Prodi) Teknik Industri yang untuk ketiga kalinya berhasil mempertahankan akreditasi A. Atas raihan tersebut, ia menegaskan bahwa pihaknya akan serius untuk melakukan langkah guna meraih akreditasi internasional. “Akreditasi di Indonesia kan mentok A, jadi ke depan kita akan mengejar akreditasi Internasional.” Tegasnya.

 

Disinggung mengenai lembaga akreditasi internasional mana yang akan dituju, ia sendiri belum memastikan apakah akan mengikuti Accreditation Board for Engineering and Technology yang berpusat di Amerika Serikat atau Japan Accreditation Board (JAB) yang berpusat di Jepang.

 

 

Berita Terkait:

FIAI Juara Umum MTQ 2013

Gumbolo: Kualitas MTQ 2013 Lebih Baik

Secara Resmi Warek III UII, Membuka MTQ

Genderang MTQ FTI-DPPAI UII Telah Ditabuh

Diberitakan di UII.Online

 

Jerri Irgo

UII Gelar MTQ Antarfakultas

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Universitas Islam Indonesia (UII) akan menggelar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) antarfakultas. MTQ yang diprakarsai Fakultas Teknologi Industri (FTI) dan DPPAI ini akan mempertandingkan lima mata lomba.

 

Dijelaskan Dekan FTI, Gumbolo Hadi Susanto, MTQ bagi mahasiswa ini bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Allah SWT. Selain itu, MTQ digelar untuk melestarikan budaya membaca Alquran (qiraat) dan meningkatkan kemampuan kaligrafi dan keindahan melantunkan adzan.

 

Mata lomba MTQ yang digelar 7-8 Desember 2013 ini meliputi musabaqah tilawatil Quran, musabaqah hifdzil Quran, musabakah tartil Quran, musabaqah khattil Quran, dan musabaqah adzan.

 

“Bagi juara adzan nanti diminta untuk melantunkan adzan di masjid-masjid sekitar kampus dan menjadi binaan UII,” kata Gumbolo di Yogyakarta, Selasa (26/11).

 

Menurut Gumbolo, mahasiswa adalah ‘agent of change’ bagi masyarakat dengan bekal ilmu yang dikuasainya. Namun di sisi lain, mahasiswa juga menjadi figur teladan dalam berperilaku di masyarakat.

 

“Karena itu, perlu ditanamkan nilai yang baik dan benar sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung di Alquran. Sekaligus merealisasikannya dalam kehidupan di masyarakat,” kata Gumbolo.

 

Diberitakan di Republika Online

 

Jerri Irgo

Kunjungan SMK TI Smart Medan

kunjungan_tf-1-Tidak salah apabila memang dicanangkan bahwa Universitas Islam Indonesia (UII) menjadi obyek wisata kampus. Hal ini tidak sulit, karena memang banyak hal yang dapat mendukung bahwa banyak hal yang bisa dikungjungi di UII disamping sebagai tempat belajar. Setidaknya di Fakultas Teknologi Industri (FTI) pada Program Studi (Prodi) Teknik Informatika di bulan Nopember 2013 saja terjadi lebih dari 3 rombongan tamu yang menghendaki melihat dari dekat berbagai kegiatan belajar mengajar dan laboratorium yang dimiliki.

 

Dalam minggu terakhir bulan Nopember 2013 tepatnya pada hari Selasa (26/11/2013), FTI UII kedatangan tamu dari Sekolah Menengah Kejuruan Teknik Informatika Smart Medan. Rombongan disambut oleh Kaprodi Teknik Informatika FTI UII, Yudi Prayudi, S.Si., M.Kom mewakili Dekan FTI UII di ruang Audio Visual. Hadir pula dosen muda dan menyampaikan profile FTI UII, Beni Suranto, ST., M.SoftEng.

 

Kehadiran rombongan kali ini membawa tema ‘Robotic Technology Application’. Oleh karena itu mereka  antusias melihat robot yang diperagakan oleh tim robotic yang dimiliki FTI UII. Rasa penasaran dan keingintahuan para siswa terhadap robot, menimbulkan banyak banyak pertanyaan. Salah satu pertanyaan yang menarik antara lain: “Kenapa dirobot beroda diletakan lampu yang satu dapat menyala dan yang satu tidak menyala, serta yang satu besar dan yang satu kecil?”.  Usainya acara dialoq, rombongan diantar mengunjungi berbagai laboratorium yang ada di FTI UII. Laboratorium yang menarik untuk mereka kunjungi dan membuat mereka betah di dalamnya antara lain: Lab. APK & E dari Prodi Teknik Industri, Lab. GMM dari Prodi Teknik Informatika, Lab. Mekatronika dari Prodi Teknik Mesin, dan Lab. LG dari Prodi Teknik Elektro. Para asisten laboratorium menyambut para siswa dengan baik dan menjelaskan kegunaan laboratorium masing-masing dari setiap Prodi yang ada. Suatu kebanggaan bagi FTI UII dapat berbagi ilmu dan pengetahuan untuk para siswa.

FTI UII Terima Kunjungan UIN Sultan Syarif Kasim Riau

tamu_uin_riau_cinderamataSejumlah dosen dan mahasiswa Jurusan Teknik Informatika Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (FST UIN SSK) Riau melakukan kunjungan ke Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII).  Kehadiran mereka pada hari Senin (25/11/2013) diterima langsung oleh Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII), Ir. Gumbolo Hadi Susanto, M.Sc dan Ketua Program Studi (Prodi)Teknik Informatika FTI UII, Yudi Prayudi, S.Si., M.Kom di Auditorium FTI UII Gedung KH. Mas Mansur Jl. Kaliurang KM 14,5 Sleman Yogyakarta.

 

Dalam kunjungan tersebut hadir bersama Wakil Dekan 3 FST UIN SSK Riau adalah Ketua Jurusan Teknik Informatika FST UIN SSK Riau dan 10 orang dosen beserta 16 mahasiswa.  Dalam melakukan penyambutan, Dekan FTI UII dan Kaprodi Teknik Informatika FTI UII didampingi beberapa dosen seperti Affan Mahtarami, S.Kom., MT., Nur Wijayaning R., S.Kom., M.Cs., Sheila Nurul Huda, S.Kom., M.Cs. dan Resi Utami Putri, S.Kom., M.Cs. Hadir pula bersama mereka beberapa mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HMTF) FTI UII.

 

Sebagaimana disampaikan Wakil Dekan III FST UIN SSK Riau, kehadirannya di FTI UII, selain untuk belajar banyak dengan dengan FTI UII khususnya Prodi Teknik Informatika juga sharing informasi, mengamati bagaimana pemanfaatan laboratorium untuk memberdayakan kegiatan mahasiswa dan juga untuk menjalin kerjasama antar mahasiswa.

 

Usainya melakukan diskusi dan ramah tamah rombongan diantarkan keliling kampus untuk melihat dari dekat berbagai fasilitas yang ada utamanya laboratorium yang dimiliki Prodi Teknik Informatika FTI UII.

Etika Nur’aini: Sejarah Baru Bagi Prodi Teknik Elektro

fti_uii-teknik_elektro-etika-pin_emas_copyKalimat Syukur ‘Alhamdulillah’ tidak henti-hentinya diucapkan oleh lisan seorang Etika Nur’aini. Dia berhasil memperoleh predikat cumlaude, dengan IPK tertinggi 3,96. Lulusan dari program studi (Prodi) Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII), berhasil memperoleh pin emas dari universitas setelah menyisihkan 836 lulusan pada periode wisuda ke I tahun akademik 2013/2014 hari Sabtu (23/11/2013). Sumber yang dapat dipercaya, menyampaikan bahwa dalam sejarah perkembangan FTI UII dia adalah lulusan yang memperoleh pin emas kedua setelah beberapa tahun lalu ada yang mendapatkan juga dari Prodi Teknik Informatika.

 

“Alhamdulillah saya tidak menyangka dapat memperoleh penghargaan, ini semua karena rahmat dan kebesaran dari Allah SWT. Sebenarnya masih banyak yang lebih baik lagi dari pada saya dan semuanya masih mempunyai peluang untuk itu”. “Bagi saya, yang lebih penting di Universitas Islam Indonesia saya memperoleh ilmu, pengalaman, sahabat, dan lain-lain. Hal yang menarik lainnya saya juga dapat mengikuti berbagai organisasi dan kepanitiaan baik yang ada di Universitas maupun Fakultas sehingga saya dapat bersosialisasi dengan orang lain, menambah pengalaman, dan ilmu baru”, demikian Tika menyampaikan apa kesannya mendapat penghargaan ini.

 

Lebih lanjut Tika menambahkan “Di Prodi Teknik Elektro, saya mendapatkan ilmu dari dosen-dosen pengampu terbaik dan bahkan sangat baik.  Selain itu saya mendapatkan keluarga baru karena disini satu sama lainnya sangat peduli”. “Pelatihan yang menunjang, fasilitas yang ada juga lengkap jadi setelah saya memperoleh secara teori saya dan kawan-kawan dapat mempraktekannya di laboratorium yang ada. Sehingga saya sangat bahagia, bersyukur karena menjadi bagian dari Universitas Islam Indonesia”.

 

Kepada kawan-kawan sesama mahasiswa Tika berpesan, “Sungguh saya masih perlu banyak belajar lagi”. “Saya kira semuanya memiliki peluang yang sama, hanya perlu berusaha semaksimal mungkin dan berdoa kemudian meminta restu dari orangtua, keluarga itu juga hal yang sangat penting bagi kita”. Selanjutnya dia berharap, “Semoga kita semua menjadi pribadi yang lebih baik, sukses, dan berguna bagi nusa bangsa, keluarga dan agama kita”, demikian Etika Nur’aini menutup dengan penuh harapan.

,

Konversi Teknik Elektro

Berikut disampaikan informasi penting bagi mahasiswa program studi Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia.

 

fti_uii-konversi_teknik_elektro

Kadiv Adm. Akademik,

Eko S.

Liya Mustafa: Jangan Tinggalkan Keindahan Batik Klasik

lia_mustafaBermimpi pada suatu waktu

Ketika suatu hari berujung pada kesetiaan cintanya

Menorehkan gores demi gores malam di dalam canting

Mengulir, melatar, hingga berayun dalam polesan warna

Dan itu tidak tahu akan sampai kapan.

 

Puisi indah ini mengalun syahdu di dalam ruangan Auditorium Fakuktas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII). Puisi ini dikarang dan dilantunkan langsung oleh desainer kenamaan Yogyakarta menjadi Ketua Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), Lia Mustafa mengakiri paparan dalam sebuah dialog tentang batik prospek dan probematikanya di masa kini. Dialog ini diprakarsai oleh Pusat Studi Disain Busana dan Batik dan dapat diselenggarakan dengan baik atas kerjasama jurusan Teknik Kimia FTI UII dan berbagai pihak yang mendukung pada Sabtu (23/11/2013).

 

Menurut Lia dengan banyaknya even terkait dengan fashion di berbagai tempat, ini merupakan hal yang sangat positif bagi bagi para perancang untuk menampilkan berbagai kreasi kreatifnya dengan bahan utama batik di berbagai ajang fashion. Kalau para pembicara sebelumnya yang menyampaikan banyak hal tentang tata aturan dalam berbatik, tidak demikian menurut Lia.  Menurutnya, bisa dibilang batik dalam sebuah peradaban masa kini, menuju kepada sesuatu yang lebih modern dan kontemporer.  Yang sangat penting untuk tetap dijaga bagaimana batik yang dibilang modern itu tidak meninggalkan sejarah dan keindahan batik klasik. “Nah yang menjadi tugas kita bersama adalah bagaimana membuat batik yang modern dan kontemporer tanpa meninggalkan sejarah dan keindahan batik klasik itu sendiri dengan pengolahan ragam fashion menuju sebuah peradaban trend fashion yang lebih berkarakter, nyaman dan fashionable”, ungkapnya.

 

Berita Terkait:

Rumusan Dialog Nasional Batik 2013

Waspada Batik Tulis Palsu Banyak Beredar

Lomba Membatik dan Dialog Nasional Prospek & Probematika Batik

Batik Terancam oleh Sikap Pragmatis Pengusaha

Rumusan Dialog Nasional Batik 2013

agus_taufiq(1) Rangkaian kegiatan kegiatan Dialog Nasional Batik 2013, yang mengangkat tema ‘Batik Prospek, Nasib dan Probematikanya’ yang diprakarsai oleh Pusat Studi Disain Fashion dan Batik yang dapat diselenggarakan dengan baik atas kerjasama jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) pada Sabtu (23/11/2013).  Dialog ini menutup rangkaian acara yang diselenggarakan sejak sehari sebelumnya yaitu Lomba Batik tingkat SLTA dan SLTP se DIY dan Peragaan Busana Muslim Batik oleh desainer kenamaan di Yogyakarta.

 

Dari dialog yang hampir sehari penuh itu akhirnya Kepala Pusat Studi Desain Fashion dan Batik Prodi Teknik Kimia FTI UII, Ir. Agus Taufiq, M.Sc membacakan Rumusan Dialog Nasional Batik 2013.  Usai dibacakan, rumusan tersebut diserah terimakan kepada pihak dan dinas terkait atau para pemangku kepentingan batik di wilayah DIY. Berikut ini Rumusan Dialog Nasional Batik 2013.

 

1 Definisi “batik” perlu dipertegas dan dimasyarakatkan (misalnya melalui standardisasi definisi).
2 Kesesuaian penggunaan motif-motif perlu dimasyarakatkan.
3 Mengingat batik bukan sekedar komoditas dagang, tetapi juga produuk budaya, maka filosofi batik perlu dipelihara.
4 Perlu penelitian yang komprehensif tentang batik Indonesia dan pemasyarakatan hasil-hasilnya mudah diakses oleh publik.
5 Penelitian meliputi: (a) Ragam corak, (b) Ragam asal daerah, (c) Proses/teknologi produksi, (d) Bahan baku, (e) Ekonomi politik batik.
6 Pelestarian batik dan peningkatan kemampuan membatik seyogyanya dilakukan juga melalui sekolah (SMK, Perguruan Tinggi) dan dengan proses pemagangan.
7 Pemerintah harus lebih “Peduli Batik” antara lain merespon permasalahan: (a) Dalam hal bahan  baku, (b) Pendidikan dan Penelitian, (c) Fungsi pengawasan terhadap produk batik yang beredar di pasar.
8 Perlu forum yang rutin dan intensif dari semua pemangku kepentingan untuk secara terus menerus membongkar dan memecahkan masalah batik.
9 Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia diminta memotivasi dan memfasilitasi forum pemangku kepentingan batik.

 

Yogyakarta, 23 November 2013

Forum Dialog Nasional Batik 2013

 

Berita Terkait:

Liya Mustafa: Jangan Tinggalkan Keindahan Batik Klasik

Waspada Batik Tulis Palsu Banyak Beredar

Lomba Membatik dan Dialog Nasional Prospek & Probematika Batik

Batik Terancam oleh Sikap Pragmatis Pengusaha

Saudara Masih Bingung Melihat Nilai UTS? Ini Caranya

Bagi kawan-kawan mahasiswa Fakultas Teknologi Industi Universitas Islam Indonesia (FTI UII), urusan nilai UTS kami yakin itu bukan hal yang asing lagi.  Namun demikian kalau masih ada yang bingung, berikut langkah yang harus dilakukan untuk melihatnya:

 

cara_melihat_nilai_uts

Kadiv. Adm. Akademik FTI UII,

Eko S.

Pakar TI UII: Website Instansi Pemerintah Rentan Kena Cyber Attack

Munculnya isu penyadapan oleh Australia terhadap komunikasi beberapa pejabat di Indonesia tak hanya menghebohkan masyarakat, tetapi memicu munculnya semangat nasionalisme dari beberapa elemen masyarakat dengan bertindak reaktif. Hal setidaknya dapat terlihat dengan munculnya aksi beberapa peretas (hacker) Indonesia yang mengaku telah meretas beberapa web di Australia. Penyerangan ini pun pada akhirnya bebuntut aksi saling balas, sehingga beberapa halaman web dan server penting Indonesia seperti Garuda Indonesia dan Angkasa Pura berhasil disusupi oleh kelompok anonymous Australia.

 

Ketua Pusat Studi Forensik Digital, Fakultas Teknologi Informatika UII (FTI UII), Hamid, M.Eng menyoroti hal ini sebagai bentuk telah terjadinya perang yang memanfatkan media informasi teknologi (cyber attack). Ia pun menilai dengan banyaknya website instansi pemerintah di Indonesia yang berhasil dijebol oleh hacker menandakan masih banyak titik kelemahan dalam web tersebut. Sehingga pada dasarnya bukan keahlian seorang hacker yang dapat menjebolnya melainkan karena lemahnya sistem pengamanan. “Web pemerintah yang diretas itu bukan karena ahlinya peretas tetapi karena lemahnya pengamanan.” Katanya dalam jumpa pers di Ruang Sidang FTI, UII, Senin, 25/03.

 

Meskipun cyber attack telah berlangsung, ia belum yakin sepenuhnya bahwa pelakunya benar dari hacker Australia mengingat sejauh ini belum ada bukti dari mana sumber penyerangnya. Terlebih apabila dilihat website yang diserang anonymous Indonesia bukanlah situs-situs yang berhubungan langsung dengan instansi pemerintah Australia sebagai pihak yang ditengarai telah menyadap pejabat Indonesia. “Walaupun hacker Australia dan Indonesia telah mengakui, tapi masih perlu dibuktikan siapa peretas situs instansi pemerintah Indonesia.” Tambahnya.

 

Walaupun demikian, Indonesia wajib melakukan langkah-langkah antisipatif. Pemerintah melalui Kementerian Informasi dan Informatika serta Kementerian Pertahanan yang telah mengumpulkan tentara cyber melalui berbagai ajang kompetisi dan sejenisnya dinilai sebagai langkah baik yang patut diapresiasi. “Kompetisi cyber yang sering dilakukan pemerintah sesungguhnya juga merupakan upaya melakukan perlindungan berbagai kelemahan web di Indonesia.” Jelasnya.

 

Sementara, berkenaan dengan sarana komunikasi pejabat Indonesia yang disadap. Hamid menambahkan bahwa kejadian ini menurutnya bukanlah hal yang baru, mengingat pada tahun 1950-an Australia juga mengakui telah melakukan penyadapan terhadap Indonesia. Di samping itu, terjadinya penyadapan kali ini menurutnya merupakan indikasi bahwa hampir semua perangkat telekomunikasi sudah tidak lagi aman dari penyadapan. “Kecil kemungkinan telekomunikasi yang anti sadap, RIM (research in motion) milik Blackberry nyatanya juga kena hack dengan bocornya informasi pesan maupun BBM dari beberapa pejabat Indonesia.” Pungkasnya.

 

Diberitakan di uii.ac.id

 

Jerri Irgo