Prodi TI FTI UII Gelar Business Plan Competition

Setelah melalui rangkaian praktikum Mata Kuliah Perancangan Organisasi dan Manajemen Bisnis Tahun Akademik 2012/2013 di Laboratorium Inovasi dan Pengembangan Organisasi Prodi Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII), Mahasiswa mendapatkan Tugas besar untuk membuat sebuah ide Business Plan yang kemudian di kompetisikan kepada seluruh praktikan yang diselenggarakan oleh Laboratorium IPO pada Rabu (10/7/2013) pukul 09.00 – 15.00.

 

Lebih dari 100 proposal Business Plan yang masuk ke dalam rangkaian praktikum dan proses seleksi apresiasi Business Plan Laboratorium IPO diseleksi oleh seluruh Asisten, Laboran dan Kepala Laboratorium Inovasi dan Pengembangan Organisasi dengan ragam dinamika dan perdebatan yang ada untuk memilih 10 besar dari ratusan proposal yang ada. Sebagaimana diungkapkan Kepala Laboratorium IPO, Nashrullah Setiawan, ST, M.Sc “Semua, ratusan proposal dari praktikkan memiliki isi yang bagus, bahkan kita kesulitan untuk mencari 10 besar yang nantinya akan mempresentasikan”, jelasnya. Nashrullah menambahkan 10 proposal terbaik dipresentasikan dihadapan dewan juri eksternal, yang juga seorang pengusaha pengusaha muda antara lain: Taufiq Immawan. S.T., M.M & Andika Kairuliawan S.Kom .

 

Asisten Laboran, dan Kepala Laboratorium IPO mengakui bahwa mahasiswanya banyak memiliki ide dan jiwa bisnis yang kreatif. Sebenarnya ide itu layak untuk di jalankan, hanya perlu pelatihan yang lebih lanjut. Ada berbagai industri kreatif yang di usung dari setiap ide bisnisnya seperti industri fashion, kuliner, kerajinan, seni dan budaya tradisional daerah. “Semua itu memiliki prospek yang sangat menjanjikan apabila di seriusi untuk digarap di masa yang akan dating”, pungkas Nashrullah.

Monitoring dan Evaluasi Program Beasiswa Unggulan

Guna mengawal keberhasilan Program Beasiswa Unggulan (BU) kerjasama antara Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) dengan Biro Perjalanan Kerjasama Luar Negeri (BPKLN) diselenggarakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program BU. Monev Program BU dilaksanakan pada hari Selasa (18/7/2013) di  Gedung K.H. Mas Mansur Kampus FTI UII Yogyakarta.

 

Tenaga pelaksana Monev, Achmad Rayendra Sukmana yang biasa dipanggil Ray ini menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diadakan setiap tahun di beberapa Perguruan Tinggi (PT) penyelenggaran Program BU, salah satunya adalah UII. Menurut Ray, Program BU di Universitas Islam Indonesia sudah berjalan sejak tahun 2010 sampai dengan sekarang dan belum menghasilkan lulusan. “Baik di UII sendiri maupun dari Program Double Degree yang diselengarakan di Universitas partner di Luar Negeri”, terangnya.

 

Guna melakukan monev ini, telah disiapkan beberapa formulir dalam bentuk kuosioner baik untuk mahasiswa maupun untuk pihak Pengelola Beasiswa Unggulan di UII dengan menggunakan sampling mahasiswa sejumlah 11 orang dan dari pihak pengelola sekurang-kurangnya 3 orang. Pengisian kuosioner dimaksudkan agar pengelola BU Sekretariat BU, BPKLN, Setjen Kemdikbud dapat mengetahui kekurangan maupun kelebihan dari Program BU tersebut, sehingga kedepannya dapat lebih ditingkatkan baik dalam hal penyampaian informasi maupun dalam hal pelayanan Program BU agar bisa menjadi lebih maksimal.

 

Sekilas bisa digambarkan, ternyata ditemukan beberapa kendala oleh perguruan pengelola BU antara lain keterlambatan pembayaran beasiswa. Hal ini menyebabkan bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi (FE) UII harus membayaran terlebih dahulu biaya kuliahnya untuk bisa melanjutkan proses perkuliahanya. Sementara di FTI UII justru pihak fakultas yang direpotkan, karena harus nomboki dengan uang fakultas agar mahasiswanya bisa tetap melanjutkan kuliah.

 

Dilihat dari sudut pandang sarana dan prasarana penunjang pendidikan, Ray mengakui kelengkapan sarana dan prasarana penunjang proses pendidikan di UII sangat lengkap dan memadai, ternyata hasil studinya juga tidak mengecewakan. “Alhamdulillah, penerima BU memiliki kualitas nilai akademik yang baik dengan nilai rata-rata IPK diatas 3,40 di setiap semesternya”, jelas Ray.

Fukky: Kami Harapan Juara Pertama

Di di ruang Melati, Hotel Cakra Kusuma Jl Kaliurang No 25 Km 5,2 Yogyakarta, hari Sabtu (6/7/2013), seorang mahasiswi penerima Beasiswa Unggulan (BU), Fukky Winassis menyampaikan kemampuannya dan kawan-kawan dalam hal menghapal Al-Quran. Fukky dan dua mahasiswi lainnya mewakili Universitas Islam Indonesia (UII) dalam lomba Hifdzil Quran di Padang pada akhir bulan Juni 2013. Ketiganya di tingkat UII terpilih sebagai pemenang, makanya dikirim untuk mewakili UII, namun sayang kepulangannya belum membawa piala.

 

Menurut Fukky, mereka ke Padang didampingi Chasna dan Qiqi, mengikuti lomba Hifdzil Quran untuk hafalan 1 juz, 2 juz dan 5 juz. Meskipun sekarang belum mendapat juara, tapi tetap miliki harapan juara 1. “Meskipun kami pulang tidak membawa piala besar sebagai juara pertama, kami tetap memiliki harapan menjadi juara pertama pak!”, ujarnya disambut tepuk tangan kawan-kawannya.  Lebih lanjut ujarnya “Maafkan kami ya pak, kami tidak membawa prestasi, kami hanya memperoleh piagam dan amplop”. “Pak, mbok Rektornya itu dikasih tahu, agar kami ini diberikan piala yang gedhe gitu lho pak, masa UII segede ini tidak memberikan piala?”.  “Waktu kami di padang uang sakunya habis karena tidak mendapat uang saku dari UII, semoga uang sakunya menyusul”, pinta Fukky.

 

Dengan santai, Dekan FTI UII, Gumbolo Hadi Susanto, M.Sc menanggapi keluhan ini. “Baru kali ini ada mahasiswa berani memerintah Rektor. Padahal dekan dan yang lainnya yang sudah bertahun-tahun tidak pernah ada yang berani memerintah Rektor”. “Hanya untuk beli piala lagi!”, kelakarnya. Masalah uang saku, kami pasti kami akan memikirkan kalau anak yang pergi itu pamit dan mengikuti prosedur. “Lha kamu pergi saja tidak pamit sama Dekan, bagaimana kami bisa memberikan uang saku?”. “Coba kalau sebelumnya sowan, mohon do’a restu pasti kami beri do’a restu juga”. “Tapi Anda bertiga ini sunguh luar biasa, saya salut karena Anda bisa mengalahkan fakultas-fakultas lain di tingkat UII”. “Yang lebih luar biasa lagi Anda pergi tanpa pamit”, sindir dekan.

 

Untuk ke depannya dekan meminta kepada siapapun yang mewakili UII keluar agar pamit kepada pimpinan fakultasnya. Tidak hanya untuk yang ke Padang kali ini. Termasuk yang mengikuti lomba robot baik di tingkat regional sampai tingkat nasional. “Barangkali kalau prosedur ini dilakukan, pasti kami akan memikirkan untuk mendapatkan kebijakan yang lainnya”, pesan dekan.

 

Anda Jangan Terlalu Cinta Dengan FTI

“Dibalik banyaknya orang yang kesulitan biaya kuliah, Anda adalah termasuk yang dipilih mendapatkan kesempatan kuliah di FTI UII. Anda memperoleh beasiswa dari BPKLN dari negera yang jelas dari pajak, barangkali dari bapak-bapak petani para sopir dan lain-lain. Untuk itu peluang ini jangan disia-siakan. Dan yang jelas Anda jangan terlalu cinta dengan FTI yang maksudnya segeralah lulus dan beri kesempatan adik-adik yang lain untuk memperoleh beasiswa yang sama”. Rangkaian kalimat tersebut disampaikan Wakil Dekan FTI, Wahyudi Budi Pramono, ST, M.Eng sebagai moderator mengawali acara sarasehan antara mahasiswa penerima beasiswa unggulan (BU) dengan perwakilan penyandang dana.

 

Meskipun awalnya malu-malu, akhirnya bermunculan berbagai pertanyaan, harapan dan uneg-uneg lainnya dari para mahasiswa, baik itu kepada BPKLN yang dalam hal ini diwakili Musa Yosep, S.Ip, M.Ak.  Farida misalnya mahasiswi dari program studi (Prodi) Teknik Kimia menanyakan kenapa waktru mendaftakan melalui online kok sulit dan sampai lama tidak ada tanggapan. Pernyataan tersebut memancing pertanyaan lain dari mahasiswa “Boleh tidak penerima BU menerima beasiswa selain BU untuk biaya hidup, dan juga berbagai pertanyaan lainnya.

 

Dari pertanyaan terakhir ini, Yosep menjawab bahwa mahasiswa penerima BU boleh menerima beasiswa lain, asal sumbernya tidak dari BUMN atau pemerintah. “Berarti Anda bisa mencari dari pihak swasta”, tekannya.  Lebih lanjut Yosep memaparkan macam-macam beasiswa dari pemerintah, “Ada bidik misi, besiswa unggulan, siswa miskin”. “Beasiswa unggulan juga menjalin bermacam-macam kerjasama dengan berbagai instansi pemerintah maupun swasta seperti dengan bank atau lainnya”. “Dengan pemerintah daerah (Pemda) ada BU Kriwil, kami mencari anak berprestasi yang rambutnya keriting”, jelas Yosep.

 

Sebagaimana dipaparkan Yosep, bahwa “Saat ini BPKLN setiap tahun mengelola dana 110 Milliyar, belum 1 Trilliyun, BLT saja 6 Trilliyun”. “Mereka yang akan memperoleh beasiswa adalah yang benar-benar berprestasi”, papar Yosep.  “Kalau calon penerima BU mendaftar melalui website memang datanya sangat banyak, bahkan menurutnya saat ini lebih dari 10 ribu bundel data mengantri untuk dikoreksi. Kalau ingin cepat ya mendekati perguruan tinggi yang sudah menjalin kerjasama dengan bpkln seperti FTI UII ini”, Yosep memberi contoh. Sebagaimana yang sudah berjalan selama ini, FTI UII menyeleksi sendiri data calon penerima beasiswa kemudian diusulkan kepada BPKLN, dan akan disetujui sesuai kuota yang disiapkan.

 

Lebih lanjut masih menurut Yosep, banyak cara-cara jitu bagaimana agar adik-adik kita nanti dapat memperoleh BU. Syaratnya adalah benar-benar memiliki prestasi misalnya memiliki kejuaraan tertentu di tingkat nasional, misalnya hafal al-quran 30 juz, lulusan terbaik di tingkat propinsi. “ini sulit atau kalau ada orang ini, tersembunyi di pinggiran desa”, ujarnya. “Kami punya program dan dana, sementara mencari siswa yang berprestasi ini yang sulit. Jadi tolong bantu kami untuk ditunjukkan kepada kami”, imbuhnya.

Beasiswa Unggulan Memiliki Banyak Kelebihan

fauzi“Beasiswa unggulan lebih hebat, lebih praktis dan memiliki berbagai kelebihan lainnya dibandingkan beasiswa lainnya”. Kalimat ini disampaikan Prof. Akhmad Fauzi sebagai moderator dalam sesi Pengembangan Karakter dan Kepemimpinan bagi Penerima Beasiswa di ruang Melati, Hotel Cakra Kusuma Jl Kaliurang No 25 Km 5,2 Yogyakarta, hari Sabtu (6/7/2013).

 

Lebih lanjut menurut Prof. Fauzi, bahwa penerima beasiswa unggulan lebih memiliki banyak keuntungan, selain bisa kuliah double degree, juga punya kesempatan studi lanjut lebih mudah. “Tunggu nanti akan dipaparkan oleh pak Yosep”, jelasnya. Kepada para mahasiswa Prof. Fauzi juga menyampaikan, kalau para mahasiswa harus berterimakasih kepada Dekan FTI UII, Ir. Gumbolo Hadi Susanto, M.Sc. “Di UII, dalam hal ini dekan FTI UII lebih tinggi derajatnya daripada Rektor”, kelakarnya. “Pak Yosep termasuk konseptor dalam beasiswa unggulan. Pak yosep memiliki kelebihan dibandingkan pak Abe, karena pak Yosep ini yang pegang uang di BPKLN. Jadi nasib saudara selain ditentukan oleh Allah, juga ditentukan oleh pak Yosep” jelas Prof. Fauzi disambut tepuk tangan dan tawa hadirin.

 

Sementara narasumber dari BPKLN, Musa Yosep, S.Ip, M.Ak yang hadir mewakili pak Abe mengawali paparannya dengan menunjukkan website beasiswa unggulan. Menurutnya, para mahasiswa mempunyai kewajiban ISR sebagaimana ditulis di website tersebut. Yosep melanjutkan, “ISR adalah merupakan kegiatan menulis artikel bebas dan tema tulisan juga bebas sesuai yang diinginkan penerima Beasiswa Unggulan, asal dalam tulisan tersebut wajib mengkaitkan Program Beasiswa Unggulan dari Kemdiknas”. Lebih lanjut masih menurut Yosep, apapun kemampuan atau prestasi penerima beasiswa asal ditulis, meskipun sebelumnya sama sekali tidak dipikirkan. Misal sebagai juara lomba adzan, lomba baca Al-Quran dan lain sebagainya. Atau bahkan mengkritisi efek penggunaan balsem, suka menulis cerpen, suka menulis puisi, suka menulis apapun asal dikaitkan dan mencantumkan identitas dan keterangan penerima beasiswa unggulan.

 

Bagi yang suka dan mau kuliah lanjut, baik S2, maupun S3, melalui beasiswa unggulan, semua punya kesempatan. “Syaratnya selain memiliki toefl 600, yang bersangkutan harus memiliki karakter”. Terkait dengan karakter Yosep menjelaskan. Kalau mengaku sebagai santri, ya harus santri. Kalau mengaku sebagai profesional di bidang tertentu ya benar-benar profesional setidaknya tingkat propinsi. Secara intelektual juga harus ditunjukkan dengan Indeks Prestasi yang baik. Kalau kuliah lanjutnya di luar negeri ditambah dengan kemampuan menguasai bahasa dimana negara tempat studi berlangsung.

Gumbolo: Anda Tidak Unggul, Beasiswa Dicabut

gumbolo(3)Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) mendapatkan amanah yang berat untuk bisa membentuk karakter mahasiswa penerima beasiswa unggulan benar-benar unggul, memiliki karakter. Untuk itu FTI UII menggelar sarasehan dengan bertempat di ruang Melati, Hotel Cakra Kusuma Jl Kaliurang No 25 Km 5,2 Yogyakarta pada tanggal 6-7 Juli 2013.

 

Dekan FTI UII, Ir. Gumbolo Hadi Susanto, M.Sc menekankan kepada mahasiswa penerima beasiswa unggulan (BU), “yang namanya beasiswa unggulan, siapapun penerimanya ya harus unggul dalam bidang apapun yang dikuasai”. “Sebenarnya agar lebih ngirit akan dilaksanakan di kampus saja tapi ternyata tidak boleh, dan harus dilaksanakan di luar kampus. Maka di tempat inilah di hotel Cakra Kusuma, selama dua hari dari sekarang Saudara tidak boleh pulang, sehingga Anda juga dilatih untuk merasakan tidur di hotel”, kelakar Gumbolo. “Semua hotel yang dipesan apapun bentuknya dianggap dan dinilai sama, jadi kalau ada yang mendapat ruang dulux dan ada yang sebaliknya itu hanyalah undian rejeki yang Saudara terima, syukuri yang ada”, terang Dekan.

 

Selanjutnya Gumbolo menjelaskan sambil memperkenalkan kepada hadirin bahwa, “Pak Yos, mewaliki pak Abe dari BPKLN, Prof. Fauzi ini, meskipun tampak kecil tapi beliau yang menguasai beasiswa unggulan di wilayah Jawa Tengah khususnya UII”. “Yang terhormat Pak Mastur mewakili Prodi”. “Yang diundang lima, tapi yang datang hanya satu pak Mastur, berarti mewakili Prodi”, terang Gumbolo.  Lebih lanjut, kepada para penerima beasiswa, setiap mahasiswa penerima beasiswa harus mengikuti aturan yang ditetapkan pemberi beasiswa. “Bagi yang tidak mau mengikuti apalagi nilainya turun untuk semester yang akan datang bisa terancam untuk dicabut”.” Masa unggulnya mbolos!”, ancamnya.

 

Lebih lanjut Gumbolo sampaikan kepada para mahasiswa, “Dalam sesi sarasehan nanti sampaikan apa yang menjadi uneg-uneg saudara, mumpung ada pak Yos yang pegang uang di BPKLN”.  “Misalnya, pak uang sakunya belum ada atau boleh tidak mencari biasiswa yang lain”. Sembari memohon, mahasiswa juga diminta menunjukkan prestasi unggulnya kepada BPKLN. “Apapun itu, kamampuan Saudara, misalnya mampu melantunkan adzan dengan indah, mampu menhapalkan Al Quran 30 juz”, terang Gumbolo.

 

Kepada Prof Fauzi, Gumbolo juga menyampaikan “Ini karya bapak selama tiga tahun. Banyak mahasiswa yang atas perjuangan bapak bisa menikmati kuliah dengan tenang”. Terangnya berikut menutup sambutan.

Musa Yosep: Karakter Mahasiswa Unggulan Harus Unggul

yosepSelama dua hari di tempat sarasehan, mahasiswa penerima beasiswa akan menjalani rangkaian kegiatan untuk membentuk karakter mahasiswa penerima beasiswa di lingkungan FTI UII. Agus menjelaskan rangkaian kegiatan yang akan dilaluai antara lain di hari pertama, Sabtu (6/7/2013). “Pada sesi pertama, tema pengembangan akademik mahasiswa penerima Beasiswa Unggulan untuk menjadi intelektual muda calon pemimpin bangsa yang akan disampaikan bapak Musa Yosep mewakili pak Abe yang berhalangan hadir”. “Sesi kedua sore nanti, tema membangun mental mahasiswa untuk menumbuhkan jiwa entrepreneurship oleh owner Kedai Digital, Saptuari Sugiharto”. “Nanti malam pukul 19:00 sampai capai akan dilangsungkan ramah tamah antara mahasiswa penerima beasiswa unggulan dengan Koordinator BPKLN”.

 

Pada hari kedua, Ahad (7/7/2013), kegiatan dimulai sejak pagi usai sarapan dilaksanakan sesi keorganisasian. Dalam sesi itu selain menerima materi tentang organisasi, dilangsungkan juga pemilihan mahasiswa sebagai koordinator dan sekretaris beasiswa, utamanya penerima beasiswa unggulan maupun beasiswa santri unggulan di lingkungan FTI UII. “Tujuannya agar jelas dan mudah untuk melakukan koordinasi berbagai bidang dan kegiatan untuk para penerima beasiswa”, jelas Agus menutup sambutan.

 

Sementara Musa Yosep, S.Ip, M.Ak, saat menyampaikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi menyampaikan bahwa mahasiswa apalagi penerima beasiswa unggulan ya harus unggul. “Yang lebih utama unggul karakternya”, jelas Yosep. Lebih lanjut Yosep mengungkapkan, “Untuk itulah sengaja kali ini Anda dikumpulkan, agar kami mendapatkan data riil dengan pengamatan langsung. Karena kalau pak Gumbolo laporan bagus-bagus terus, dan kalau pak Agus yang lapor lebih bagus lagi”, Yosep sembari berkelakar.

 

Masih menurut Yosep, dalam kesempatan sarasehan akan disampaikan berbagai informasi yang berguna untuk adik-adik kelas yang tertarik mendapatkan beasiswa unggulan. Dalam memberikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi Yosep menyampaikan, “saat ini saya tidak menyampaikan banyak hal, kawatir materi saya nanti habis sebelum sampai sesi utama”. “Untuk itu dengan menyucapkan syukur, marilah acara ini secara resmi kita buka”.

Character Building Mahasiswa Penerima Unggulan FTI UII

agus_taufiqFakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) sukses menggelar sarasehan dengan Tema ‘Pengembangan Karakter dan Kepemimpinan bagi Penerima Beasiswa Unggulan’. Sarasehan berlangsung selama dua hari tanggal 6-7 Juli 2013, bertempat di ruang Melati, Hotel Cakra Kusuma Jl Kaliurang No 25 Km 5,2 Yogyakarta.

 

Dalam kesempatan sambutan sebagai ketua panitia, Ir. Agus Taufiq, MT menyampaikan tujuan dari sarasehan yang diselenggarakan selama dua hari ini.  Menurut Agus yang utama dan utama adalah mensukseskan Visi dan Misi pembinaan dan pengembangan kemahasiswaan yang dicanangkan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti).  Beberapa yang disebutkan Agus antara lain bahwa mahasiswa penerima beasiswa unggulan harus memiliki visi yang jelas. “Mahasiswa penerima unggulan harus memiliki visi menjadi mahasiswa Indonesia Cerdas dan Kompetitif”, terangnya.

 

Adapun berbagai langkah untuk mencapai visi tersebut dituangkan dalam misi meningkatkan kualitas keimanan-ketaqwaan dan moral mahasiswa, mengembangkan kapabilitas intelektual mahasiswa, mengembangkan mahasiswa untuk berpikir kritis, santun, bermoral yang berlandaskan pada kaidah hukum dan norma akademik, menanamkan rasa nasionalisme yang konstruktif sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), menumbuhkembangkan kualitas dan semangat kewirausahaan, mengembangkan idealisme dan suasana demokratis dalam kehidupan kemahasiswaan, meningkatkan kualitas kepemimpinan mahasiswa, dan meningkatkan kualitas lembaga kemahasiswaan dengan berorientasi pada profesionalisme.

 

Kepada pemberi beasiswa unggulan yang saat itu diwakili Musa Yosep, S.Ip, M.Ak, Agus menyampaikan laporan bahwa jumlah mahasiswa yang mengikuti acara sarasehan ini 96 mahasiswa terdiri dari mahasiswa penerima beasiswa unggulan, beasiswa santri unggulan dan beberapa penerima beasiswa dari yang lainnya. “Seluruh mahasiswa penerima beasiswa di FTI UII harus memiliki karakter. Untuk itulah acara ini dilakukan”, lapornya.  Selanjutnya kepada para mahasiswa penerima beasiswa Agus berharap “Saudara harus bisa memberikan atau menunjukkan prestasi lebih dibandingkan dengan teman-teman Saudara yang tidak menerima beasiswa”. “Inilah tantangan dan kesempatan yang harus Saudara hadapi. Sebagai penerima beasiswa, Anda harus memiliki karakter”, tekan Agus.